Selasa, 29 September 2015

Persepuluhan Bag.1

Shallom. Topik tentang perpuluhan adalah topik yang sering dibahas di banyak gereja, namun demikian penulis melihat tidak ada alasan yang kuat untuk kita membayar perpuluhan. Selain itu dasar yang digunakan untuk membayar perpuluhan hanya berfokus pada ayat-ayat Perjanjian Lama ( PL ) di mana para pendeta yang menjelaskannya, lebih menekankan pada ancaman-ancaman yang menyusahkan hati dan pikiran jemaat padahal kita belum juga mendapat apa yang baik dan terbaik dari Tuhan tapi hidup sudah dibuat tidak nyaman / susah. Selain itu jika kita melihat pada Perjanjian Baru ( PB ), tidak pernah disinggung konsep perpuluhan yang jelas. 
Untuk membahas tentang perpuluhan maka kita akan membahasnya dari ayat-ayat PL, karena memang dasar perpuluhan dari PL namun penulis membahas dari sudut pandang yang berbeda:   
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu..........tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya,....................       ( Kejadian 2 : 8 , 17a ) 

Senin, 21 September 2015

Agama dan Taurat Bag.3

Shallom, Pada penulisan ini, penulis ingin memperjelas lagi kaitan antara Taurat dan Agama. Untuk mempermudah pemahaman ini maka penulis akan menuliskan ayat berikut :

Hari ini kamu boleh memilih antara berkat dan kutuk. Kamu akan diberkati kalau taat kepada perintah-perintah TUHAN Allahmu, yang hari ini saya sampaikan kepadamu. Tetapi kamu akan dikutuk kalau tidak taat kepada perintah-perintah TUHAN Allahmu, melainkan berbalik untuk menyembah ilah-ilah lain yang tidak pernah kamu sembah. ( Ulangan 11 : 26 -28 )


Kalau kita melihat ayat di atas, terlihat maksudnya adalah jika taat akan diberkati tapi kalau tidak taat maka tidak akan diberkati. Hal ini kutuk dan berkat meliputi seluruh aspek kehidupan manusia secara umum. Hal ini dapat kita lihat pada ayat berikut :

Senin, 24 Agustus 2015

Agama dan Taurat Bag,2

 Salam sejahtera bagi pembaca semuanya.


Tulisan berikut ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya yaitu Agama ( ajararan gila dan mabok) dan Taurat bag.1. Agar pembaca lebih memahami tulisan berikut maka sebaiknya membaca yang bagian sebelumnya sehingga bisa memahami konsep tulisan ini dengan lebih baik.
Kita menyadari bahwa hakekat Agama dan Taurat pada dasarnya adalah sama yaitu berbuat kebaikan ( mentaati perintah Tuhan dan menjauhi larangannya ) dan banyak melakukan amal. Semuanya dilakukan atas dasar kemampuan manusia itu sendiri.
Kalau kita bicara Taurat maka ini milik bangsa Yahudi ( Israel ) saja tapi kalau kita bicara Agama maka semua bangsa memiliki Agama. Coba perhatikan bahwa setiap agama pasti menekankan atas segala usaha dan kemampuan manusia untuk mendapatkan hasil, upah atau hadiah baik untuk masa kini ( di bumi ini ) maupun untuk yang akan datang ( surga ). Untuk mempermudah pemahaman ini maka kita lihat Taurat ( hukum Taurat ) pada ayat berikut: